Brilio.net - Harapan baru mulai tumbuh di tengah masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang. Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) kini dikebut guna memastikan warga tidak lagi tinggal di tenda-tenda darurat yang dingin dan terbatas. Kehadiran Huntara ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan ruang aman untuk kembali menata kehidupan.

Komitmen Pemerintah dan Arahan Presiden Prabowo

Huntara Aceh Tamiang TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

Huntara Aceh Tamiang
foto: TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

Pembangunan ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kehadiran negara secara cepat dalam situasi pascabencana. Upaya ini menegaskan komitmen untuk mempercepat pemulihan dan memastikan hak masyarakat atas hunian yang layak benar-benar terpenuhi. Langkah ini juga mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak yang terlibat dalam koordinasi di lapangan.

Fasilitas Lengkap: 600 Unit dengan Konsep Komunal

Huntara Aceh Tamiang TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

Huntara Aceh Tamiang
foto: TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

Pembangunan yang dikerjakan oleh kolaborasi BUMN, termasuk Hutama Karya, ini dirancang dengan rasio fasilitas yang sangat diperhatikan. Target utamanya adalah memindahkan warga dari tenda ke tempat yang lebih manusiawi.

"Seluruhnya 600 unit. Kemudian rasionya adalah 1 banding 5. Jadi kamar mandinya ada 120, toiletnya 120. Kemudian ada musala 14 unit, dapur umum juga 14 unit... maksud saya dapur bersama ya," ujar Gunadi, Direktur Operasi PT Hutama Karya Persero, dikutip brilio.net.

Huntara Aceh Tamiang TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

Huntara Aceh Tamiang
foto: TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

 

Huntara Aceh Tamiang TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

Huntara Aceh Tamiang
foto: TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden


Secara keseluruhan, proyek kemanusiaan ini ditargetkan mampu membantu puluhan ribu jiwa.

"Total 15.000 yang akan kita bantu untuk masyarakat. Insyaallah mudah-mudahan nanti di tempat lain, tempat berikutnya, nanti sesuai kita akan menunggu petunjuk dari Pak Gubernur dan Pak Wagub untuk lokasi-lokasi yang memang membutuhkan sekali," jelas Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara.

Huntara Aceh Tamiang TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

Huntara Aceh Tamiang
foto: TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

Kerja Keras Tanpa Henti di Masa Libur

Huntara Aceh Tamiang TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

Huntara Aceh Tamiang
foto: TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

 

Huntara Aceh Tamiang TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden

Huntara Aceh Tamiang
foto: TikTok/@lifeathk; YouTube/@SekretariatPresiden


Demi mengejar target waktu agar warga segera mendapat tempat bernaung, para pekerja konstruksi bahkan merelakan waktu libur mereka. Sinergi antar unit "Karya" menjadi kunci percepatan pembangunan dinding panel hunian.

"Nah, untuk percepat pekerjaan, kita mengerahkan semua sumber daya kita. Sumber daya Utama Karya beserta semua karya-karya yang lain," ungkap Keontjoro, Direktur Utama PT Hutama Karya Persero.

Semangat serupa disampaikan oleh pekerja di lokasi, "Di masa libur ini, kami rela meninggalkan keluarga kami, menunda libur kami, demi untuk mempercepat pembangunan rumah bagi masyarakat yang terdampak banjir.”

Memulihkan Martabat dan Kenyamanan Warga

Tujuan akhir dari pembangunan 600 unit Huntara ini adalah mengembalikan ritme kehidupan normal bagi para penyintas. Tinggal di dalam bangunan yang kokoh diharapkan dapat memulihkan mental warga setelah trauma bencana.

"Bisa segera nih bertempat tinggal di sini. Sehingga bisa mendapatkan kehidupan yang layak lagi, tidak kedinginan lagi di tenda. Merasa hidup seperti biasa lagi, walau keadaannya mungkin nggak sama seperti dulu gitu," kata Desti, warga pengungsian.