Brilio.net - Kontroversi baru-baru ini menyeret nama Dwi Sasetyaningtyas atau Tyas, seorang alumnus beasiswa LPDP, setelah ia mengunggah momen penerimaan dokumen kewarganegaraan Inggris untuk anak keduanya.
Publik bereaksi keras atas pernyataannya yang menyebutkan, “Aku tahu dunia terlihat nggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu."
Hingga berita ini ditulis, Tyas sudah menyampaikan permohonan maaf. Namun ruang diskusi publik masih terus riuh. Ada yang pro, ada pula yang kontra. Terselip di antara sekian banyak komentar di berbagai platform media sosial, netizen-netizen yang meminta mengingat-ingat kembali lagu Tanah Airku.
“Coba nyanyi lagu Tanah Air ku tidak kulupakan kan terkenang selama hidupku..... meskipun berhasil dinegeri orang ingatlah akarmu dari mana berasal. Jangan meludah di sumur yang air nya telah menghidupi mu,” demikian tulis salah seorang pengguna Facebook Nining Setyowati.
Pesan ini menjadi momentum untuk menelaah kembali mahakarya Ibu Sud tersebut.
Lirik Lagu Tanah Airku
Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negeri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan
Sejarah dan Makna Mendalam Lagu Tanah Airku
Lagu "Tanah Airku" diciptakan oleh Ibu Sud (Saridjah Niung) pada tahun 1927. Lagu ini lahir di tengah suasana pergerakan nasional, di mana kesadaran akan identitas sebagai satu bangsa mulai menguat di hati rakyat Indonesia. Ibu Sud terinspirasi dari semangat para pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di luar negeri namun tetap memendam rindu dan janji untuk kembali membangun ibu pertiwi.
Secara filosofis, lagu ini menceritakan tentang kesetiaan batin. Bait-baitnya menekankan bahwa kemasyhuran atau kemegahan negeri asing ("yang masyhur permai dikata orang") tidak akan pernah bisa menggantikan kenyamanan dan kebanggaan terhadap rumah sendiri. Lagu ini bukan sekadar rangkaian nada, melainkan sebuah janji moral bahwa sejauh apa pun seseorang melangkah, "akar" asal-usulnya harus tetap dijunjung tinggi.
FAQ Lagu Tanah Airku
1. Siapa sebenarnya Ibu Sud pencipta lagu Tanah Airku?
Ibu Sud atau Saridjah Niung adalah seorang pemusik, guru, dan seniman batik legendaris Indonesia yang banyak menciptakan lagu anak-anak dan lagu patriotik untuk membangkitkan semangat nasionalisme sejak zaman kolonial.
2. Apa perbedaan antara kewarganegaraan ganda dan paspor kuat?
Kewarganegaraan ganda adalah status hukum seseorang yang diakui sebagai warga negara oleh dua negara berbeda secara bersamaan. Sementara "paspor kuat" adalah istilah untuk paspor yang memberikan akses bebas visa ke banyak negara di dunia.
3. Bagaimana aturan kewarganegaraan ganda terbatas di Indonesia?
Indonesia menganut kewarganegaraan ganda terbatas hanya untuk anak-anak hasil perkawinan campur atau lahir di negara tertentu, di mana mereka harus memilih salah satu kewarganegaraan setelah berusia 18 tahun atau paling lambat 21 tahun.
4. Apakah alumni LPDP wajib kembali ke Indonesia?
Ya, penerima beasiswa LPDP memiliki kewajiban moral dan hukum untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi guna mengabdikan ilmu mereka di tanah air sesuai dengan durasi yang telah ditentukan dalam kontrak beasiswa.
5. Apa pesan utama dari lirik lagu Tanah Airku bagi diaspora?
Pesan utamanya adalah integritas dan loyalitas. Meskipun seseorang tinggal di luar negeri dan menikmati fasilitas negara maju, identitas dan rasa bangga terhadap Indonesia tidak boleh pudar atau dianggap sebagai beban.
Recommended By Editor
- 30 Kata pengingat diri menohok agar lebih bijak di ruang publik, jempolmu harimaumu
- Anak WNI lahir di luar negeri? Pahami asas Ius Sanguinis dan aturan paspor ganda
- Kronologi Dwi Sasetyaningtyas alumni LPDP minta maaf pasca “Cukup aku saja WNI, anak-anakku jangan"
- Cara cek pengumuman Beasiswa Unggulan 2025 secara resmi dan terpercaya
- Bagian dari prinsip, Sandiaga Uno tegaskan larang anaknya ambil beasiswa LPDP, alasannya bikin salut
































