Brilio.net - Pernahkah kamu merasa sedikit lebih tenang saat melihat orang lain yang biasanya tampak sempurna tiba-tiba tertimpa masalah? Atau mungkin muncul perasaan lega saat mengetahui bahwa sosok yang sering memamerkan pencapaian di media sosial ternyata memiliki duka yang mendalam? Rasanya seperti ada beban yang terangkat karena akhirnya menyadari bahwa kehidupan "indah" mereka tidak sepenuhnya nyata.
Kondisi emosional ini sering kali muncul tanpa diundang, terutama saat kamu sendiri sedang merasa lelah atau tertinggal dalam hidup. Ada sisi gelap dalam batin yang mencari pembenaran bahwa penderitaan orang lain adalah penyeimbang bagi rasa tidak aman yang kamu rasakan. Namun, jika dibiarkan, perasaan ini bisa mengikis empati dan mengubah cara memandang kemanusiaan.
Memahami Fenomena Schadenfreude
Perasaan lega atau senang yang muncul saat melihat orang lain menderita memiliki istilah psikologis yang disebut Schadenfreude. Kata ini berasal dari bahasa Jerman, di mana schaden berarti kerusakan atau kemalangan, dan freude berarti kegembiraan.
Schadenfreude bukanlah sekadar niat jahat, melainkan bentuk pertahanan ego. Sering kali, perasaan ini muncul karena adanya perbandingan sosial. Saat melihat orang lain yang dianggap lebih sukses atau lebih bahagia jatuh, ego merasa mendapatkan "validasi" bahwa posisi kamu tidak seburuk itu. Namun, memelihara perasaan ini terus-menerus bisa menjadi racun bagi kesehatan mental dan membuat kamu kehilangan kemampuan untuk bersimpati secara tulus.
Langkah Praktis Menata Hati Saat Melihat Kemalangan Orang Lain
Schadenfreude
© 2026 brilio.net/Gemini AI
Agar tidak terjebak dalam rasa senang yang keliru, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
Langkah 1: Sadari dan Akui Perasaan Tersebut
Jangan menghakimi diri sendiri saat perasaan lega itu muncul. Akui bahwa ada bagian dalam dirimu yang merasa terancam oleh kesuksesan orang lain, sehingga kemalangan mereka terasa seperti "closure" bagimu.
Langkah 2: Berhenti Membandingkan Nasib
Pahamilah bahwa kehidupan bukanlah sebuah perlombaan di mana kejatuhan orang lain berarti kenaikan posisimu. Setiap orang memiliki garis waktu dan ujiannya masing-masing.
Langkah 3: Latih Empati Secara Sadar
Bayangkan jika posisi tersebut ada padamu. Cobalah untuk merasakan kepedihan mereka tanpa mencampuradukkannya dengan rasa tidak aman yang kamu miliki.
Langkah 4: Fokus pada Pertumbuhan Pribadi
Gunakan energimu untuk memperbaiki hidupmu sendiri daripada menunggu atau merayakan kegagalan orang lain sebagai sumber ketenangan.
15 Kata Pengingat Diri untuk Menghalau Rasa Senang Atas Duka Orang Lain
Berikut adalah pengingat untuk membantu kamu tetap membumi dan menjaga hati:
1. "Duka orang lain bukanlah obat untuk rasa tidak aman yang kamu miliki."
2. "Jangan mencari ketenangan hidup di atas reruntuhan kebahagiaan sesama."
3. "Kemalangan mereka tidak akan membuat posisi kamu menjadi lebih tinggi atau lebih baik."
4. "Empati adalah bukti bahwa kamu masih memiliki sisi manusia yang utuh."
5. "Rasa lega melihat orang lain jatuh adalah pertanda bahwa hatimu sedang butuh penyembuhan."
6. "Hidup seseorang bukan panggung sandiwara yang keberhasilannya harus kamu iringi dengan rasa iri, dan kegagalannya kamu sambut dengan syukur."
7. "Ketenangan sejati berasal dari rasa syukur atas hidupmu sendiri, bukan dari melihat kekurangan orang lain."
8. "Setiap orang membawa beban yang tidak terlihat, jangan menambahnya dengan rasa senangmu atas duka mereka."
9. "Pendidikan tinggi tidak ada gunanya jika kehilangan kemampuan untuk merasakan kepedihan orang lain."
10. "Jangan biarkan media sosial mengikis rasa kemanusiaanmu hanya karena ingin melihat realita yang seimbang."
11. "Kebahagiaan yang dibangun di atas penderitaan orang lain tidak akan pernah bertahan lama."
12. "Jika merasa beruntung karena orang lain menderita, ingatlah bahwa roda kehidupan selalu berputar."
13. "Closure sejati ditemukan dalam damai dengan diri sendiri, bukan dalam melihat orang lain hancur."
14. "Berhentilah menjadikan kesedihan orang lain sebagai pembenaran atas ketidakpuasan hidupmu."
15. "Jadilah manusia yang tetap merasa sedih saat melihat air mata orang lain, siapapun mereka."
15 Quotes Bijak Menjaga Empati dan Menolak Schadenfreude
Lanjutkan perjalanan batinmu dengan kata-kata yang menguatkan empati berikut ini:
16. "Hati yang sehat adalah hati yang ikut bergetar saat melihat kesulitan sesama."
17. "Kejatuhan orang lain bukan kemenanganmu, itu adalah pengingat bahwa semua manusia rapuh."
18. "Jangan biarkan ego memberitahumu bahwa kemalangan orang lain adalah bentuk keadilan bagimu."
19. "Mendoakan kebaikan bagi mereka yang sedang sulit adalah cara terbaik menyembuhkan penyakit hati."
20. "Kamu tidak akan pernah merasa cukup jika standar kebahagiaanmu adalah melihat kegagalan orang lain."
21. "Kemanusiaan diuji saat kamu melihat seseorang yang tidak kamu sukai jatuh; tetaplah berempati."
22. "Dunia sudah cukup penuh dengan penderitaan, jangan tambahkan dengan rasa bangga melihat orang lain terluka."
23. "Kemampuan untuk berbagi rasa sakit adalah kekuatan, bukan kelemahan."
24. "Jangan jadikan duka orang lain sebagai bumbu percakapan yang menyenangkan di meja makan."
25. "Kualitas dirimu ditentukan oleh bagaimana caramu merespons duka orang lain."
26. "Melihat orang lain menderita harusnya membuatmu lebih banyak bersyukur, bukan merasa lebih unggul."
27. "Jagalah hatimu tetap lembut, karena dunia ini sangat keras bagi mereka yang kehilangan kasih sayang."
28. "Kesedihan orang lain bukan hiburan untuk hari-harimu yang sedang sepi."
29. "Belajarlah untuk tetap murni, meski godaan untuk merasa lega melihat pesaingmu jatuh begitu besar."
30. "Pada akhirnya, yang tersisa dari dirimu adalah seberapa besar empati yang kamu berikan pada dunia."
FAQ: Relevansi Schadenfreude dan Kesehatan Mental
1. Apakah Schadenfreude pertanda bahwa seseorang memiliki gangguan kepribadian?
Tidak selalu. Perasaan ini manusiawi dan bisa muncul pada siapa saja. Namun, jika perasaan ini sangat dominan dan memicu perilaku manipulatif atau kejam, barulah konsultasi dengan ahli sangat diperlukan.
2. Mengapa orang yang terpelajar juga bisa merasakan Schadenfreude?
Pendidikan formal tidak selalu berbanding lurus dengan kecerdasan emosional. Tekanan kompetisi dan kebutuhan akan validasi bisa dialami oleh siapa saja, tanpa memandang latar belakang pendidikan.
3. Bagaimana cara menghadapi orang yang terang-terangan senang saat kamu menderita?
Fokuslah pada pemulihanmu sendiri. Pahami bahwa perilaku mereka mencerminkan ketidakbahagiaan batin mereka sendiri, bukan nilai dirimu. Menjaga jarak atau melakukan unfollow adalah langkah yang sah.
4. Apakah rasa syukur dan Schadenfreude adalah hal yang sama?
Berbeda. Rasa syukur adalah menghargai apa yang kamu miliki, sedangkan Schadenfreude adalah merasa senang karena orang lain kehilangan apa yang mereka miliki atau tertimpa musibah.
5. Bisakah Schadenfreude diubah menjadi motivasi positif?
Bisa, jika kamu menyadari bahwa perasaan tersebut muncul karena rasa insecure. Jadikan kesadaran itu sebagai dorongan untuk memperbaiki kekurangan dirimu tanpa harus mengharapkan kemalangan orang lain.
Recommended By Editor
- 30 Kata-kata motivasi Shio Monyet 2026, rahasia menjaga kestabilan finansial dan kesehatan
- 30 Kata-kata motivasi Shio Babi 2026, cara bangkit dan keluar dari zona nyaman karier
- 30 Quotes kehidupan seni menikmati masa purnatugas, belajar dari Susilo Bambang Yudhoyono
- 30 Kata motivasi self-love untuk ibu rumah tangga, mengingatkanmu betapa berharganya dirimu
- 30 Kata-kata motivasi Shio Kuda 2026, sambut hoki besar di Tahun Kuda Api

































