Brilio.net - Kasus perselisihan antara seorang pejalan kaki dengan pengendara sepeda motor yang mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di kawasan Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, akhirnya menemui titik terang. Pengendara motor yang sempat menjadi pusat perhatian publik karena melintas melawan arah di atas trotoar tersebut dipastikan merupakan warga sipil.

Dikutip dari Instagram @depok24jam, pihak Kodim 0508/Kota Depok telah mengonfirmasi identitas pria di dalam video tersebut. Perwira Staf Intelijen (Pasi) Kodim 0508 Kota Depok, Mayor Inf. Widiarto, menyampaikan bahwa pelaku bernama Syaiful Anwar. Pria tersebut diketahui berprofesi sebagai karyawan swasta dan bertempat tinggal di kawasan Jalan Stasiun Depok Lama, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Kronologi Peristiwa di Trotoar Jalan Kartini

pengendara motor ngaku tni depok © 2026

pengendara motor ngaku tni depok
© 2026 /Threads/@cnovianingtyas

Peristiwa ini bermula dari unggahan video oleh seorang pejalan kaki melalui akun Threads @cnovianingtyas pada Sabtu, 4 Juli 2026. Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun bersangkutan dan beberapa sumber lain, kejadian berlangsung ketika pemilik akun Threads tersebut tengah sedang berjalan kaki dari arah Stasiun Depok menuju ke Jalan Pemuda.

Saat posisi pejalan kaki berada di sekitar area rumah makan steak, terlihat sebuah sepeda motor dari arah berlawanan menaiki fasilitas pedestrian atau trotoar. Sepeda motor tersebut terus melaju hingga akhirnya berhenti tepat di hadapan pejalan kaki. Karena merasa hak pengguna fasilitas pedestrian terganggu oleh kendaraan bermotor, pejalan kaki tersebut memilih untuk menghadang sekaligus menegur sang pengendara.

Teguran tersebut memicu perdebatan di antara keduanya. Di tengah adu mulut, pengendara motor melontarkan pernyataan bahwa dirinya adalah seorang anggota tentara demi mengintimidasi pejalan kaki.

Korban kemudian menuliskan pengalamannya saat mengunggah video bukti di media sosial.

"Hhhh. Never ever imagine that i'll be intimidated by a thing called "army". Shame on you. Kronologi : Sore ini, saya jalan kaki dari Stasiun Depok ke arah Jl. Pemuda. Saat di dekat Steak Moen-Moen, saya lihat dari ada motor dari arah berlawanan naik ke pedestrian. Motor itu melaju and berhenti tepat di depan saya, lalu saya hadang. Kemudian terjadilah percakapan seperti di video ini. Semoga yg bersangkutan segera bertobat dan bisa kembali ke jalan yg benar. Amin,” tulis pemilik akun Threads @cnovianingtyas, dikutip brilio.net, Senin (6/7/2026).

Dalam videonya itu pemilik akun Threads @cnovianingtyas yang sedang hendak ke gereja, merasa terganggu atas aksi pelaku yang motoran lewat trotoar. Pelaku mengaku rumahnya dekat dan melihat orang lain banyak melakukan hal serupa, ia pun ngotot harusnya tidak masalah. Kemudian pelaku yang semula masih di atas motor turun berhadapan dengan pemilik akun dan mengaku-aku sebagai tentara. Pemilik akun mengaku tidak peduli.

“Saya ini anggota, bukan apa-apa,” cetus laki-laki bernama Syaiful Anwar itu.

“Saya nggak peduli anggota atau bukan,” balas pemilik akun Threads @cnovianingtyas.

Setidaknya percakapan itu yang muncul dalam video tersebut.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Pelaku

Setelah rekaman video adu mulut tersebut tersebar luas di jagat maya dan memicu penyelidikan dari otoritas setempat, Syaiful Anwar akhirnya memberikan pernyataan resmi. Melalui sebuah rekaman video klarifikasi, pria yang bekerja di bidang pemasaran (marketing) ini mengakui seluruh kesalahannya secara terbuka.

Tampak dalam video klarifikasi tersebut ia didampingi 2 anggota TNI dan seorang wanita. Berikut adalah pernyataan langsung dari Syaiful Anwar dalam video klarifikasinya:

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang. Saya Saiful Anwar, pekerja marketing, ingin mengklarifikasikan bahwa saya bukan anggota TNI, tetapi saya adalah warga biasa. Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada institusi TNI dan seluruh anggota TNI seluruh Indonesia karena telah mencemarkan nama baik institusi TNI. Dan saya juga memohon maaf sebesar-besarnya kepada pejalan kaki karena telah menyalahgunakan trotoar dengan melawan arah menggunakan sepeda motor. Demikian permohonan maaf saya, semoga agar diterima seluruh Indonesia ini, dimaafkan sebesar-besarnya. Terima kasih, wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. NKRI harga mati!"

Melalui klarifikasi dan permohonan maaf terbuka ini, status pengendara yang sempat memicu perdebatan mengenai penyalahgunaan nama institusi negara tersebut kini telah dipastikan sebagai warga sipil biasa.