Brilio.net - Kabar meninggalnya Wili Mbuik menyisakan duka bagi keluarga di Rote, Nusa Tenggara Timur. Perempuan 24 tahun yang bekerja sebagai ASN Dinas Pertanian Jayawijaya itu menjadi salah satu korban penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).

ASN Wili Mbuik © 2026

ASN Wili Mbuik
© 2026/TikTok/@wilimbuik

Di tengah suasana duka, beredar video yang memperlihatkan ayah Wili dihubungi seorang pria menggunakan ponsel yang diduga milik putrinya. Pria itu disebut sebagai anggota KKB. Momen ini kemudian menjadi perhatian karena sang ayah sempat mempertanyakan alasan putrinya ditembak.

Ayah Wili pertanyakan alasan putrinya ditembak

ASN Wili Mbuik © 2026 brilio.net

ASN Wili Mbuik
© 2026 brilio.net/TikTok/@wilimbuik; TikTok/@kupangbangetofficial

Dalam video yang beredar di media sosial, ayah Wili terlihat berbicara dengan seorang pria melalui sambungan video. Percakapan tersebut diduga berlangsung menggunakan ponsel milik Wili setelah korban meninggal dunia.

Dalam percakapan singkat itu, ayah Wili menegaskan bahwa nanti akan ada orang yang mencari pria dan pelaku yang menembak putrinya.

“Nanti orang mencari kau," kata ayah korban dikutip brilio.net dari TikTok @kupangbangetofficial, Jumat (11/9/2026).

Pria dalam video itu justru mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan “Kau sudah makan?” pada ayah Wili. Lalu berkata yang kurang jelas.

Ayah Wili pun membalas, “Silahkan! Perbuatanmu akan Tuhan balas di Surga.”

Pria itu pun mulai berbicara tidak jelas yang menyebut Presiden Prabowo.

“… itu saja. Kita ini tidak ada masalah,” katanya.

Lantas ayah Wili mempertanyakan alasan anaknya ditembak.

“Anak saya ada masalah apa sampai kau bunuh, kau tembak?” kata ayah Wili yang dibalas jawaban tidak jelas dari pria tersebut.

Ponsel Wili diduga digunakan untuk menghubungi keluarga

ASN Wili Mbuik © 2026 brilio.net

ASN Wili Mbuik
© 2026 brilio.net/TikTok/@wilimbuik; TikTok/@kupangbangetofficial

Dalam video yang tular itu, dinarasikan bahwa pria diduga anggota KKB ini menggunakan HP yang disebut merupakan milik Wili. Berdasarkan informasi yang beredar, ponsel tersebut diduga hendak dikembalikan kepada keluarga korban.

Pria tersebut disebut sempat meminta alamat keluarga Wili. Pihak keluarga kemudian mengarahkan agar ponsel tersebut diserahkan kepada anggota TNI yang berada di lokasi.

Wili menjadi korban penembakan di Jayawijaya

Wili Mbuik merupakan salah satu dari tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya yang menjadi korban penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 9 September 2026. Wili kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat penembakan tersebut.

Jenazah Wili diberangkatkan dari Jayawijaya menuju Kupang pada Kamis (10/9/2026). Pada Jumat pagi (11/9/2026), jenazah tiba di Bandara El Tari, Kupang, sebelum kemudian melanjutkan perjalanan menuju Rote.

Saat berita ini ditulis, sedang berjalan prosesi persemayaman sebelum mendiang Wili Mbuik dimakamkan pada Minggu (13/9/2026), sebagaimana dikutip dari akun TikTok aprilia.kevin7 pada Jumat (10/9/2026) sore pukul 15.20 WIB. Tampak keluarga dan kerabat berduka di dekat peti jenazah Wili Mbuik. Banyak kesaksian betapa baiknya Wili Mbuik yang terucap dalam sesi live streaming akun tersebut. Doa juga mengalir dari kolom komentar akun tersebut untuk kepergian Wili Mbuik.

ASN Wili Mbuik © 2026 brilio.net

ASN Wili Mbuik
© 2026 brilio.net/TikTok/@wilimbuik; TikTok/@kupangbangetofficial

Sebelumnya, Wili sempat video call dengan ayah

ASN Wili Mbuik © 2026

ASN Wili Mbuik
© 2026/TikTok/@wilimbuik

Percakapan tersebut terasa berbeda jika dibandingkan dengan momen Wili bersama sang ayah yang sempat dibagikan melalui akun TikTok pribadinya pada 24 Juli 2026.

Dalam video tersebut, Wili melakukan video call dengan ayahnya yang berada di Rote. Keduanya terlihat berbincang dalam suasana haru. Wili juga menyampaikan pesan sang ayah agar tetap rendah hati selama berada di tanah orang.

“Bapak bilang" beta suruh lu pi papua 2 bulan sekarang su Terima SK CPNS artinya akan mengabdi bertahun-tahun,Tetap Rendah hati di tanah orang,” tulis Wili dalam keterangan videonya.

“siap bapakku sehat selalu😇🥰,” lanjutnya.

Sebelumnya, keluarga juga menceritakan bahwa Wili dikenal sebagai sosok yang dekat dengan ayahnya. Dilansir dari Merdeka.com, Wili disebut rutin menelepon sang ayah setiap kali menerima gaji dan mengirimkan uang untuk memenuhi kebutuhan ayahnya.

“Anak itu terlalu sopan, tidak pernah kata kasar. Tiap kali gajian dia telepon bapaknya dan kirim kebutuhan bapaknya. Kirimi bapaknya uang untuk belanja apa yang bapaknya mau. Dia anak bungsu. Baik sekali. Mereka ada 5 lima bersaudara dan dia yang bungsu,” ungkap Selvi, sang bibi, dilansir dari Merdeka.com, Jumat (11/9/2026).