Brilio.net - Dunia bulu tangkis Tanah Air menerima kabar mengejutkan dari sektor tunggal putri. Gregoria Mariska Tunjung, atlet yang telah menjadi tulang punggung Indonesia di berbagai ajang internasional, secara resmi menyatakan mundur dari Pusat Pelatihan Nasional (Pelatnas) PBSI pada Jumat (15/5/2026).
Langkah ini diambil oleh peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 tersebut setelah melewati diskusi panjang bersama Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, serta Kepala Pelatih Tunggal Putri Utama, Imam Tohari.
Dalam pernyataan resmi yang dimuat di laman resmi pbsi.id, pihak federasi menyatakan telah menerima surat pengunduran diri tersebut. Melalui surat itu, Gregoria mengungkapkan apresiasi yang mendalam kepada seluruh elemen di PBSI. Ia menyampaikan terima kasih atas peluang serta kepercayaan yang didapatkan selama 12 tahun masa baktinya sejak tahun 2014.
Gangguan Vertigo Menjadi Alasan Utama
Gregoria Mariska Tunjung
© 2026 Instagram/@badminton.ina
Penyebab utama di balik keputusan pemain asal Wonogiri ini adalah kondisi kesehatan yang belum stabil. Gregoria diketahui tengah berjuang melawan gangguan vertigo yang dideritanya sejak Maret 2025. Penyakit ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga berdampak langsung pada performanya di lapangan hijau.
Hingga saat ini, proses pemulihan masih terus berjalan namun belum mencapai hasil maksimal. Kondisi fisik yang belum bugar sepenuhnya membuat kepercayaan diri Gregoria untuk bersaing di level tertinggi menurun. Pihak PBSI memberikan konfirmasi bahwa sang atlet merasa belum siap untuk kembali ke atmosfer kompetisi internasional.
"Gregoria adalah atlet yang telah memberikan banyak kontribusi dan kebanggaan untuk Indonesia. Kami menghormati keputusan yang diambil dan berharap yang terbaik untuk kesehatan serta masa depannya," tutur Eng Hian, dikutip dari laman pbsi.id, Jumat (15/5/2026).
Rekam Jejak Gemilang sang Srikandi Bulu Tangkis
Gregoria Mariska Tunjung
© 2026 Instagram/@gregoriamrsk
Perjalanan Gregoria di Pelatnas Cipayung dimulai saat ia masih berusia 15 tahun. Selama 12 tahun berseragam Merah Putih, ia telah bertransformasi dari pemain muda potensial menjadi atlet elit dunia. Namanya mulai dikenal luas saat berhasil menyabet medali emas pada Kejuaraan Dunia Junior 2017.
Prestasi tertingginya tercatat saat ia menduduki peringkat 5 dunia dan keberhasilannya membawa pulang medali perunggu dari Olimpiade Paris 2024. PBSI menegaskan bahwa dedikasi dan semangat pantang menyerah yang ditunjukkan Gregoria selama ini akan selalu menjadi inspirasi bagi para junior di Pelatnas.
Melalui unggahan di media sosial, PBSI menuliskan pesan perpisahan yang menyentuh, "Terima kasih atas dedikasi dan perjuanganmu untuk Merah Putih, Gregoria Mariska Tunjung 🇮🇩🏸
Selama 12 tahun menjadi bagian dari Pelatnas PBSI, Gregoria telah memberikan banyak momen membanggakan bagi bulutangkis Indonesia melalui kerja keras, semangat juang, dan komitmen tanpa henti di setiap pertandingan.
PP PBSI menghormati keputusan Gregoria untuk mundur dari Pelatnas demi fokus pada proses pemulihan kondisi kesehatannya. Terima kasih untuk setiap perjuangan, pengorbanan, dan inspirasi yang telah diberikan untuk badminton Indonesia.
Semoga Gregoria segera pulih sepenuhnya dan terus meraih hal-hal terbaik di masa depan ❤️.”
Recommended By Editor
- Tampil fresh dengan riasan soft glam, 7 detail makeup pebulutangkis Gregoria Mariska saat pemberkatan
- 11 Momen pemberkatan nikah Gregoria Mariska dan Mikha Angelo, menangis saat ucapkan janji suci
- 6 Tahun pacaran berawal dari kenalan di IG, ini 9 perjalanan cinta Gregoria Mariska dan Mikha Angelo
- Kalah dari wakil Korea, Gregoria Mariska raih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 tanpa bertanding
- 11 Momen lamaran Mikha Angelo & Gregoria Mariska, rumah sederhana sang pebulu tangkis bikin salfok

































