Brilio.net - Menjelang akhir tahun, mungkin kamu mulai memikirkan liburan, membeli kebutuhan baru, atau menyusun resolusi. Namun, ada urusan yang sering terlupakan karena terlihat sepele: mengecek langganan aplikasi, memastikan tagihan tidak terlewat, dan melihat apakah kondisi keuangan masih sesuai rencana.
Padahal, hal yang perlu dibereskan sebelum akhir tahun tidak harus berupa target besar. Kamu bisa memulainya dengan memeriksa uang yang masuk dan keluar, merapikan catatan transaksi, hingga menentukan kebutuhan yang perlu diprioritaskan tahun depan.
Tidak perlu menunggu semua pekerjaan selesai atau punya waktu seharian. Sisihkan waktu sekitar 15–30 menit untuk satu atau dua urusan, lalu lanjutkan ketika sempat. Berikut checklist yang bisa kamu gunakan.
Mulai dari mengecek kondisi keuangan selama setahun
Sebelum membuat target baru, lihat dulu kondisi keuanganmu sekarang. Tujuannya bukan menghakimi keputusan belanja yang sudah lewat, melainkan memahami kebiasaan mana yang perlu dipertahankan atau diperbaiki.
Coba buka mutasi rekening, riwayat transaksi dompet digital, dan catatan pengeluaran yang kamu punya. Kamu tidak harus menghitung setiap transaksi secara manual jika datanya sudah tersedia.
Periksa beberapa hal berikut:
- Berapa rata-rata pengeluaran bulananmu?
- Kategori apa yang paling banyak menyerap uang, seperti makan, transportasi, tempat tinggal, cicilan, atau hiburan?
- Apakah ada pengeluaran tidak rutin yang cukup besar?
- Apakah tabungan bertambah, tetap, atau justru terpakai?
- Apakah ada kebutuhan yang sering membuatmu mengeluarkan uang di luar anggaran?
Misalnya, kamu merasa pengeluaran makan selalu membengkak. Setelah melihat transaksi, ternyata penyebabnya bukan hanya makan utama, tetapi juga kopi, camilan, dan biaya pesan antar yang dilakukan berkali-kali.
Temuan seperti ini lebih berguna daripada sekadar berjanji akan lebih hemat. Kamu bisa menentukan perubahan yang spesifik, misalnya membatasi pembelian minuman di luar atau menyiapkan anggaran khusus untuk pesan antar.
Tujuh urusan keuangan yang perlu dibereskan sebelum akhir tahun
1. Periksa tagihan dan kewajiban yang belum selesai
Mulailah dengan mengecek tagihan rutin dan kewajiban pembayaran yang masih berjalan. Jangan hanya mengandalkan ingatan, terutama jika tanggal jatuh temponya berbeda-beda.
Periksa tagihan listrik, air, internet, biaya tempat tinggal, cicilan, kartu kredit jika ada, serta pembayaran lain yang relevan dengan kondisimu.
Buat daftar sederhana berisi nama tagihan, nominal perkiraan, tanggal jatuh tempo, dan status pembayaran. Jika ada tagihan yang belum jelas, buka aplikasi atau hubungi penyedia layanan melalui kanal resminya.
Perlu diingat, tidak semua tagihan harus dilunasi sekaligus pada akhir tahun. Fokuslah memastikan kewajiban dan jadwal pembayarannya jelas, lalu susun prioritas berdasarkan tenggat, konsekuensi keterlambatan, dan kemampuan keuanganmu.
2. Evaluasi langganan aplikasi dan layanan digital
Pernah berlangganan aplikasi untuk mencoba fiturnya, lalu lupa membatalkan setelah tidak lagi digunakan? Biaya kecil yang berulang bisa terasa cukup besar ketika beberapa langganan aktif bersamaan.
Periksa daftar langganan di pengaturan akun ponsel, toko aplikasi, serta situs layanan yang pernah kamu gunakan. Jangan lupa layanan hiburan, penyimpanan cloud, aplikasi kerja, keanggotaan, atau layanan lain yang memakai pembayaran otomatis.
Tanyakan tiga hal untuk setiap langganan:
- Apakah layanan ini masih digunakan?
- Apakah manfaatnya sebanding dengan biaya?
- Apakah ada paket lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan sekarang?
Jika tidak lagi diperlukan, batalkan melalui kanal resmi dan periksa tanggal berakhirnya akses serta status perpanjangan. Menghapus aplikasi dari HP belum tentu membatalkan langganan.
3. Cek tabungan dan dana darurat
Akhir tahun bisa menjadi waktu yang tepat untuk melihat apakah tabunganmu masih sesuai tujuan awal. Bandingkan saldo saat ini dengan target yang pernah dibuat, tetapi jangan langsung menganggap dirimu gagal jika belum tercapai.
Mungkin ada kebutuhan mendadak, perubahan pendapatan, atau biaya hidup yang meningkat. Catat penyebabnya agar target berikutnya lebih realistis.
Jika belum memiliki dana darurat, kamu bisa mulai menentukan nominal yang sanggup disisihkan secara rutin. Jika sudah punya, periksa apakah jumlahnya masih masuk akal untuk kebutuhan hidup dan kondisi pekerjaanmu saat ini.
Jangan memaksakan setoran besar hanya demi menutup tahun dengan angka tertentu. Kebutuhan pokok, kewajiban pembayaran, dan kondisi arus kas tetap perlu diperhatikan.
4. Bereskan pengeluaran yang masih menggantung
Selain tagihan rutin, ada pengeluaran yang mudah terlupakan karena tidak muncul setiap bulan. Contohnya biaya servis kendaraan, perpanjangan dokumen, pemeriksaan kesehatan, hadiah, perjalanan, atau kebutuhan rumah yang dibeli dalam jumlah besar.
Catat pengeluaran yang masih harus dibayar dan kebutuhan yang kemungkinan muncul dalam waktu dekat. Pisahkan antara kewajiban yang sudah pasti, kebutuhan yang bisa diperkirakan, dan keinginan yang masih dapat ditunda.
Langkah ini membantu kamu menghindari anggapan bahwa seluruh saldo rekening merupakan uang bebas pakai.
5. Periksa cicilan dan pembayaran otomatis
Buka kembali daftar cicilan atau pembayaran berkala yang masih aktif. Pastikan nominal, sisa kewajiban jika tersedia, dan tanggal pembayaran tercatat dengan benar.
Jika memiliki beberapa kewajiban, lihat total pembayaran rutin dibandingkan dengan pendapatan. Informasi ini bisa menjadi dasar untuk menentukan apakah kamu perlu menunda pembelian baru atau mengurangi pengeluaran tertentu.
Jangan mengubah jadwal pembayaran atau menghentikan pembayaran otomatis tanpa memahami ketentuan penyedia layanan. Jika ingin melunasi lebih cepat, periksa terlebih dahulu apakah ada biaya atau persyaratan khusus.
6. Rapikan dokumen dan catatan keuangan
Struk, bukti transfer, tagihan, dan dokumen keuangan sering tersebar di email, aplikasi pesan, galeri foto, atau folder unduhan. Akibatnya, kamu harus mencari dari awal ketika suatu bukti diperlukan.
Buat folder digital sederhana, misalnya:
- `Keuangan/Tagihan`
- `Keuangan/Bukti Pembayaran`
- `Keuangan/Asuransi`
- `Keuangan/Pajak dan Administrasi`
- `Keuangan/Transaksi Penting`
Nama folder bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Pindahkan dokumen yang memang perlu disimpan, beri nama file yang mudah dikenali, dan hapus salinan yang tidak lagi diperlukan setelah memastikan tidak ada kewajiban penyimpanan.
Simpan dokumen sensitif di tempat yang terlindungi. Hindari membagikan tautan dokumen pribadi secara terbuka atau menyimpan PIN, kata sandi, dan kode OTP di folder yang sama.
7. Susun anggaran awal untuk tahun depan
Setelah mengetahui pengeluaran dan kewajiban yang masih berjalan, kamu bisa membuat rancangan anggaran tahun depan. Tidak perlu langsung membuat rencana yang terlalu rinci untuk 12 bulan sekaligus.
Mulailah dengan kebutuhan rutin, seperti tempat tinggal, makan, transportasi, tagihan, cicilan, dan tabungan. Setelah itu, alokasikan dana untuk kebutuhan tidak rutin dan hiburan sesuai kemampuan.
Contohnya, jika selama ini biaya transportasi sering lebih besar daripada perkiraan, sesuaikan anggarannya berdasarkan pengeluaran nyata. Jangan memaksakan angka lama hanya karena ingin terlihat lebih hemat.
Anggaran juga perlu memberi ruang untuk perubahan. Jika pendapatan atau kebutuhanmu berubah, kamu bisa menyesuaikannya kembali pada awal bulan.
Rapikan dokumen dan catatan transaksi keuangan
Agar pengecekan akhir tahun tidak terasa seperti pekerjaan besar, gunakan satu tempat untuk mencatat hasilnya. Kamu bisa memakai spreadsheet, aplikasi pencatat keuangan, atau catatan sederhana di ponsel.
Format berikut cukup untuk memulai:
Tidak semua dokumen harus disimpan selamanya. Simpan sesuai kebutuhan, ketentuan layanan, atau kewajiban administrasi yang berlaku. Untuk dokumen yang berisi informasi sensitif, utamakan keamanan dan batasi aksesnya.
Susun anggaran tahun depan berdasarkan kebutuhan nyata
Setelah semua catatan terkumpul, pilih maksimal tiga hal yang paling ingin kamu perbaiki. Terlalu banyak target sekaligus bisa membuat rencana sulit dijalankan.
Misalnya:
1. Mengurangi satu atau dua langganan yang jarang dipakai.
2. Menyisihkan tabungan secara rutin setelah kebutuhan utama terpenuhi.
3. Menyiapkan anggaran khusus untuk pengeluaran tahunan agar tidak mengganggu biaya hidup bulanan.
Buat target yang bisa diperiksa. Daripada menulis “lebih hemat”, kamu bisa menetapkan batas anggaran hiburan bulanan atau menentukan tanggal untuk mengecek transaksi.
Jika penghasilan tidak tetap, gunakan perkiraan pendapatan yang konservatif dan prioritaskan kebutuhan penting. Anggaran bukan aturan yang tidak boleh berubah, melainkan alat untuk membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih sadar.
Checklist akhir tahun yang bisa diselesaikan bertahap
Gunakan daftar ini untuk menandai urusan yang sudah dibereskan.
- Mengecek mutasi rekening dan riwayat transaksi.
- Mencatat tagihan serta tanggal jatuh tempo.
- Mengevaluasi langganan aplikasi dan pembayaran otomatis.
- Memeriksa saldo tabungan dan dana darurat.
- Mencatat pengeluaran tidak rutin yang masih akan datang.
- Memeriksa cicilan dan kewajiban pembayaran.
- Merapikan bukti transaksi serta dokumen keuangan.
- Menentukan prioritas keuangan untuk tahun depan.
- Membuat anggaran awal berdasarkan pengeluaran nyata.
- Menentukan waktu untuk mengevaluasi anggaran kembali.
Kamu tidak harus menyelesaikan semuanya sebelum tanggal 31 Desember. Jika waktu terbatas, prioritaskan tagihan yang mendekati jatuh tempo, pembayaran otomatis yang tidak lagi diperlukan, dan kebutuhan penting dalam waktu dekat. Sisanya bisa diselesaikan secara bertahap.
Akhir tahun bukan perlombaan untuk memiliki tabungan paling besar atau anggaran paling sempurna. Yang lebih penting adalah memasuki tahun berikutnya dengan gambaran keuangan yang lebih jelas dan tahu langkah apa yang perlu dilakukan selanjutnya.
FAQ
Apa saja yang perlu dibereskan sebelum akhir tahun?
Periksa kondisi keuangan, tagihan, cicilan, langganan aplikasi, tabungan, dokumen transaksi, serta anggaran tahun depan. Prioritaskan hal yang memiliki tenggat pembayaran atau berpengaruh langsung pada kebutuhan sehari-hari.
Kapan sebaiknya mulai mengecek keuangan akhir tahun?
Kamu bisa mulai beberapa minggu sebelum pergantian tahun agar punya waktu untuk memeriksa transaksi dan menyelesaikan urusan yang belum beres. Namun, tidak ada tanggal wajib; sesuaikan dengan jadwal dan kondisi keuanganmu.
Apakah langganan aplikasi yang tidak digunakan perlu dibatalkan?
Jika layanan sudah tidak diperlukan, pertimbangkan untuk membatalkannya agar biaya berulang tidak terus berjalan. Periksa status langganan melalui kanal resmi karena menghapus aplikasi belum tentu menghentikan pembayaran.
Bagaimana jika target tabungan tahun ini tidak tercapai?
Evaluasi penyebabnya, seperti perubahan pendapatan, kebutuhan mendadak, atau anggaran yang kurang realistis. Gunakan hasil evaluasi tersebut untuk menyesuaikan target berikutnya tanpa mengabaikan kebutuhan pokok dan kewajiban pembayaran.
Bagaimana cara membuat anggaran keuangan untuk tahun depan?
Catat pendapatan, kebutuhan rutin, cicilan, pengeluaran tidak rutin, dan target tabungan. Gunakan riwayat pengeluaran sebagai acuan, lalu tentukan batas yang realistis dan evaluasi kembali ketika kondisi berubah.
Recommended By Editor
- Akses ke finansial bisnis perusahaan jadi makin fleksibel berkat BRI Qlola Mobile
- Manfaat program Member Get Member BRI Prioritas dan BRI Private, tawarkan cashback sampai Rp 20 juta
- Cara menghitung biaya hidup sebelum memutuskan resign
- Cara membuat budget liburan agar gaji bulanan tetap aman
- Cara mengecek langganan aplikasi yang diam-diam menguras uang

