- Pilih Biji dari Mangga yang Masih Segar
- Cangkang Keras Bisa Dibuka, tetapi Harus Hati-hati
- Dua Cara Membantu Biji Mangga Bertunas
- Saat Akar Muncul, Pindahkan ke Media Tanam
- Jangan Berharap Langsung Panen dalam Waktu Singkat
- Kenapa Buahnya Belum Tentu Sama dengan Mangga Asalnya?
- Perawatan Bibit Mangga agar Tidak Mudah Stres
- Bisa Ditanam di Pot atau Pekarangan
- Kalau Ingin Cepat Berbuah, Ada Pilihan Lain
- FAQ
Brilio.net - Setelah makan mangga, bagian bijinya biasanya langsung masuk tempat sampah. Padahal, bagian tersebut masih bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman baru di rumah. Dengan biji yang masih segar, proses penyemaian dapat dimulai dari dapur tanpa perlu membeli bibit terlebih dahulu.
Cara menanam biji mangga tidak terlalu rumit, tetapi membutuhkan ketelitian sejak tahap pemilihan biji. Biji yang sudah terlalu lama disimpan atau mengering cenderung kurang ideal untuk disemai.
Dilansir brilio.net dari Liputan6.com, proses menanam mangga dari biji dapat dilakukan dengan mengeluarkan biji dari cangkang, membantu proses perkecambahan, kemudian memindahkan calon tanaman ke media tanam.
Menariknya, tanaman hasil biji tidak selalu memiliki karakter buah yang sama persis dengan pohon asalnya. Karena itu, menanam mangga dari biji lebih cocok dijadikan kegiatan berkebun sekaligus eksperimen di rumah.
Pilih Biji dari Mangga yang Masih Segar
Langkah pertama justru dilakukan sebelum biji masuk ke tanah. Jangan asal mengambil biji mangga yang sudah lama tersimpan.
Gunakan biji dengan kondisi berikut:
- berasal dari buah yang sudah matang;
- tidak berjamur;
- tidak keriput atau terlalu kering;
- tidak berwarna kecokelatan atau menunjukkan tanda kerusakan;
- masih terasa padat ketika diperiksa.
Setelah buah dimakan, bersihkan sisa daging mangga yang menempel pada bagian biji. Semakin cepat biji diproses setelah buah matang dikonsumsi, semakin baik untuk tahap penyemaian.
Cangkang Keras Bisa Dibuka, tetapi Harus Hati-hati
Biji mangga yang terlihat dari luar sebenarnya masih memiliki lapisan keras. Di dalamnya terdapat bagian biji yang nantinya menjadi sumber pertumbuhan tanaman.
Cangkang dapat dibuka untuk mengambil bagian bijinya sebelum proses penyemaian.
Caranya, bersihkan terlebih dahulu sisa buah yang menempel. Setelah itu, keringkan sebentar agar permukaan tidak terlalu licin. Cangkang kemudian dapat dibuka secara perlahan dari bagian tepinya.
Hindari menusukkan pisau terlalu dalam karena bagian dalam cangkang bisa rusak. Setelah terbuka, keluarkan biji dan lepaskan lapisan tipis yang menempel jika memungkinkan.
Bagi yang kurang nyaman menggunakan pisau atau gunting, biji juga dapat disemai tanpa membuka cangkangnya. Yang terpenting, jangan sampai bagian calon akar atau tunas mengalami kerusakan.
Dua Cara Membantu Biji Mangga Bertunas
Setelah biji dikeluarkan, tahap berikutnya adalah membantu proses perkecambahan. Ada beberapa cara yang dapat dicoba di rumah.
1. Menggunakan tisu atau kain lembap
Bungkus biji menggunakan tisu atau kain yang sudah dibasahi. Masukkan ke wadah atau kantong plastik, kemudian letakkan di tempat hangat yang tidak terkena sinar matahari langsung.
Pastikan media pembungkus tetap lembap, bukan sampai tergenang air.
Periksa secara berkala untuk melihat apakah akar mulai muncul. Bila tisu sudah terlalu kering, tambahkan sedikit air.
2. Merendam biji
Cara lainnya adalah merendam biji menggunakan air bersih. Metode ini bertujuan membantu biji menyerap air sebelum ditanam.
Namun, biji tidak perlu dibiarkan terlalu lama dalam kondisi terendam tanpa pengawasan. Kondisi yang terlalu basah dapat meningkatkan risiko pembusukan.
Untuk pemula, metode tisu lembap lebih mudah dipantau karena perkembangan akar bisa terlihat langsung.
Biji dapat mulai menunjukkan tanda perkecambahan dalam hitungan minggu. Waktu tumbuhnya tidak selalu sama karena dipengaruhi kesegaran biji, suhu, kelembapan, dan kondisi lingkungan.
Saat Akar Muncul, Pindahkan ke Media Tanam
Jangan buru-buru memindahkan biji ketika belum menunjukkan tanda pertumbuhan. Tunggu sampai akar atau tunas mulai muncul.
Siapkan pot atau polybag dengan media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik. Campuran tanah dengan bahan organik seperti kompos dapat digunakan selama air tetap dapat mengalir keluar dari wadah.
Tanam bagian biji secara hati-hati dan jangan menekan media terlalu padat.
Setelah ditanam, siram secukupnya. Letakkan pot di area yang mendapatkan cahaya cukup dan tetap hangat.
Alur sederhananya bisa seperti ini:
Jangan Berharap Langsung Panen dalam Waktu Singkat
Bagian ini penting bagi yang baru pertama kali mencoba menanam mangga dari biji.
Bibit yang tumbuh subur belum tentu segera menghasilkan buah. Tanaman mangga yang berasal dari biji umumnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk memasuki fase berbuah dibandingkan bibit yang diperbanyak secara vegetatif.
Menurut informasi yang dikutip Liputan6.com, tanaman mangga dari biji dapat membutuhkan sekitar lima hingga delapan tahun untuk berbuah, meski waktunya dapat berbeda bergantung pada varietas dan kondisi tanaman.
Sementara itu, bibit hasil okulasi atau sambung umumnya lebih cepat memasuki fase produksi. Metode tersebut juga lebih dapat mempertahankan karakter varietas dari tanaman induk.
| Aspek | Mangga dari Biji | Okulasi/Sambung |
|---|---|---|
| Biaya awal | Murah, bisa memakai biji sisa buah | Lebih mahal |
| Pertumbuhan | Cenderung kuat dan berkembang menjadi pohon besar | Lebih mudah dikendalikan |
| Waktu berbuah | Umumnya lebih lama | Cenderung lebih cepat |
| Sifat buah | Tidak selalu sama dengan induk | Lebih konsisten dengan induk |
| Cocok untuk | Hobi dan eksperimen | Mengejar produksi buah |
Kenapa Buahnya Belum Tentu Sama dengan Mangga Asalnya?
Ada satu hal yang sering luput ketika menanam mangga dari biji. Tanaman baru tidak selalu merupakan salinan identik dari pohon asal.
Mangga memiliki tipe biji monoembrionik dan poliembrionik.
Pada biji monoembrionik, bibit yang tumbuh berasal dari proses seksual sehingga karakter tanaman dapat berbeda dari induknya. Sementara pada biji poliembrionik, satu biji dapat menghasilkan beberapa embrio dan sebagian bibitnya dapat memiliki karakter yang menyerupai tanaman induk.
Karena itu, jika tujuan utamanya adalah mendapatkan buah dengan rasa, ukuran, atau karakter varietas tertentu, perbanyakan vegetatif seperti okulasi atau sambung lebih dapat diandalkan.
Perawatan Bibit Mangga agar Tidak Mudah Stres
Setelah bibit berhasil tumbuh, tantangan berikutnya adalah mempertahankan pertumbuhannya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Cahaya: letakkan tanaman di area dengan cahaya matahari yang cukup.
Penyiraman: jaga media tetap lembap tanpa membuat pot tergenang.
Drainase: pastikan lubang pot tidak tersumbat.
Media: gunakan media yang cukup gembur agar akar dapat berkembang.
Pemupukan: berikan pupuk sesuai kebutuhan tanaman dan jangan berlebihan.
Pemindahan: pindahkan ke wadah lebih besar ketika akar dan tajuk mulai berkembang.
Tanaman yang terlalu sering berada di media tergenang justru dapat mengalami masalah pada akar. Sebaliknya, media yang terlalu kering juga dapat menghambat pertumbuhan bibit.
Bisa Ditanam di Pot atau Pekarangan
Tidak punya lahan luas bukan berarti harus mengurungkan niat menanam mangga. Pada tahap awal, biji dapat ditumbuhkan menggunakan pot atau polybag sehingga perkembangan bibit lebih mudah diamati.
Ketika tanaman mulai besar, pilih wadah yang lebih sesuai atau pindahkan ke lahan apabila tersedia.
Pilih lokasi yang mendapatkan cahaya cukup dan memiliki ruang untuk perkembangan akar serta tajuk.
Kalau tujuan akhirnya adalah memiliki pohon mangga yang menghasilkan buah, perawatan jangka panjang tentu tidak bisa dilewatkan. Tanaman perlu mendapatkan nutrisi, air, cahaya, dan ruang tumbuh yang sesuai.
Kalau Ingin Cepat Berbuah, Ada Pilihan Lain
Menanam dari biji memang murah dan menarik untuk dicoba, tetapi bukan pilihan paling praktis jika targetnya segera memanen buah.
Bibit mangga hasil okulasi atau sambung biasanya dipilih ketika pekebun ingin mempertahankan karakter varietas sekaligus memperpendek masa tunggu menuju fase berbuah.
Sementara itu, menanam dari biji lebih cocok bagi yang ingin menikmati proses sejak awal, mulai dari melihat akar pertama muncul hingga tanaman berkembang menjadi pohon.
Bahkan, apabila tanaman dari biji sudah tumbuh sehat tetapi nantinya ingin diarahkan untuk menghasilkan varietas tertentu, teknik sambung atau okulasi dapat menjadi pilihan.
FAQ
1. Apakah biji mangga bisa langsung ditanam?
Bisa, tetapi biji sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu dari sisa daging buah. Menggunakan biji yang masih segar juga lebih disarankan daripada biji yang sudah lama disimpan dan mengering.
2. Berapa lama biji mangga mulai berkecambah?
Biji mangga dapat mulai menunjukkan pertumbuhan dalam beberapa minggu. Waktunya bergantung pada kondisi biji, suhu, kelembapan, media tanam, dan lingkungan tempat penyemaian.
3. Apakah mangga dari biji bisa cepat berbuah?
Tanaman mangga dari biji umumnya membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah dibandingkan bibit hasil okulasi atau sambung. Jika targetnya panen lebih cepat, bibit vegetatif biasanya lebih sesuai.
Recommended By Editor
- Resep es mangga Yakult jelly, perpaduan segar untuk hari yang panas
- 11 Resep masakan cemilan rumahan dari olahan mangga, manis, enak, dan bisa jadi ide jualan
- Enaknya masak apa hari ini? 11 Resep dessert mangga yang segar dan bisa bikin ketagihan
- 5 Contoh teks laporan percobaan membuat jus mangga, pahami definisi, fungsi, dan formatnya
- Tak banyak yang tahu, trik meningkatkan rasa manis buah mangga ini cukup pakai 1 bumbu dapur

