Profil Thomas Djiwandono, Wamenkeu keponakan Prabowo calon Deputi Gubernur BI
  1. Home
  2. »
  3. Serius
20 Januari 2026 18:10

Profil Thomas Djiwandono, Wamenkeu keponakan Prabowo calon Deputi Gubernur BI

Thomas harus melepas jabatannya sebagai bendahara Gerindra untuk ikut pencalonan ini. Agustin Wahyuningsih
Thomas Djiwandono foto: gerindra.id

Brilio.net - Langkah strategis diambil oleh Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono. Ia resmi mengundurkan diri dari Partai Gerindra sebagai bagian dari persiapannya mengikuti seleksi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Kepastian ini muncul menjelang agenda fit and proper test yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.

Lepaskan Atribut Partai Demi Independensi Bank Indonesia

BACA JUGA :
Penampakan 'gunung' uang Rp6,62 T sitaan Kejagung yang penuhi pintu gedung, diserahkan ke pemerintah


Thomas Djiwandono
foto: gerindra.id

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengonfirmasi bahwa Thomas telah memenuhi syarat administrasi yang ketat, termasuk soal independensi dari unsur politik. Sebagaimana diketahui, jabatan di Bank Indonesia menuntut profil yang bebas dari kepentingan partai politik.

“Jadi saya sudah memastikan semua proses yang berjalan saat ini itu sudah proper secara aturan perundangan, soal kemudian keanggotaan partai politik, kemudian sebagai pengurus partai politik sudah dipastikan bahwa sejak awal itu sudah terpenuhi mengenai surat pengunduran diri, mengenai posisi yang ada pada keanggotaan di partai itu sudah tidak berjalan,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/1), sebagaimana dilansir brilio.net dari Liputan6.

BACA JUGA :
Hotman Paris dapat hadiah Natal dari Prabowo Subianto, isinya bikin salfok, ini 7 potretnya

Rekam Jejak dan Kapasitas Thomas Djiwandono

Selain itu, Misbhakun menilai Thomas memiliki kapabilitas dan track record yang cocok sebagai calon deputi.

“Hal-hal dan aspek baik itu dalam dunia pemerintahan, dunia bisnis maupun kegiatan-kegiatan beliau di partai sebelum beliau mengundurkan diri sehingga menurut saya itu adalah sebuah track record yang credible," kata Misbhakun.

Misbakhun juga menilai Thomas memiliki kapasitas mumpuni di sektor ekonomi dan bisnis. Pendidikan magisternya di Johns Hopkins University dalam bidang Ekonomi Internasional pada 2002-2004 menjadi modal kuat.

"Beliau dalam kapasitas memadai untuk mengembang jabatan sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dari latar belakang keluarga dan latar belakang pendidikan beliau sangat memadai untuk itu,” pungkasnya.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, Thomas memiliki pengalaman panjang di Comexindo International sebagai Direktur Pengembangan Bisnis hingga menjadi CEO rentang periode 2004-2024 dan Deputi CEO Arsari Group periode 2006-2024.

Mengikuti Jejak Sang Ayah di Bank Indonesia

Ada sisi menarik dari pencalonan Thomas kali ini. Jika terpilih, ia akan mengikuti jejak sang ayah, Soedradjad Djiwandono, yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 1993-1998. Thomas sendiri merupakan putra dari kakak kandung Presiden Prabowo Subianto, Biantiningsih Miderawati.

Persaingan dengan Calon dari Internal BI

Thomas tidak melenggang sendirian. Ia akan bersaing dengan dua kandidat kuat yang berasal dari internal Bank Indonesia, yaitu Dicky Kartikoyono dan Solihin M. Juhro. Ketiganya dijadwalkan akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Jumat, 23 Januari 2026.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan tiga nama untuk menjadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung. Salah satunya yakni Thomas Djiwandono.

Hal itu diungkapkan Mukhamad Misbakhun di Kompleks DPR RI, Senin (19/1), setelah menerima Surat Presiden (Surpres) serta dibicarakan di Badan Musyawarah Dewan Perwakilan Rakyat.

Setelahnya, DPR menindaklanjuti Surpres tersebut dengan menjadwalkan agenda uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap para calon Deputi Gubernur BI. Komisi XI kemudian bakal menggelar rapat internal untuk menentukan jadwalnya.

Profil Thomas M. Djiwandono

Dikutip dari laman gerindra.id, Thomas M. Djiwandono, yang akrab disapa Tommy, merupakan sosok ekonom dan politisi yang lahir dari silsilah keluarga pendiri institusi keuangan di Indonesia. Lahir di Jakarta, 7 Mei 1972, ia adalah putra dari mantan Gubernur Bank Indonesia, Soedradjad Djiwandono, dan Biantiningsih Miderawati (kakak kandung Prabowo Subianto). Jejak intelektualnya di bidang ekonomi berakar kuat dari sang ayah dan cicit pendiri Bank BNI 46, R.M Margono Djojohadikusumo.

Latar Belakang Pendidikan

Tommy mengenyam pendidikan menengah di SMP Kanisius, Menteng, sebelum akhirnya bertolak ke Amerika Serikat untuk menempuh studi lanjut. Ia meraih gelar sarjana bidang Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania, dan melanjutkannya ke jenjang Master di bidang International Relations and International Economics dari Johns Hopkins University, Washington.

Perjalanan Karier

Dunia jurnalistik menjadi langkah awal kariernya sebagai wartawan magang di Majalah Tempo (1993) dan Indonesia Business Weekly (1994). Ia kemudian merambah dunia keuangan internasional sebagai analisis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong. Di bawah bimbingan pamannya, Hashim Djojohadikusumo, karier bisnisnya memuncak saat menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group, sebuah perusahaan yang bergerak di sektor agrobisnis.

Kiprah Politik dan Pengelolaan Keuangan

Dalam dunia politik, Tommy memegang peran krusial sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra. Ia dikenal sebagai "pengendali dapur" keuangan partai yang sangat rapi dan transparan. Dedikasinya dalam mencatat logistik dan aktivitas keuangan partai berbuah manis dengan raihan penghargaan dari Transparency International Indonesia dan Indonesia Corruption Watch (ICW), yang menobatkan Gerindra sebagai partai dengan laporan keuangan paling transparan.

FAQ Seputar Deputi Gubernur Bank Indonesia

1. Apa tugas utama seorang Deputi Gubernur Bank Indonesia?

Membantu Gubernur BI dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur sistem pembayaran, serta menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan sistem keuangan nasional.

2. Mengapa calon pejabat Bank Indonesia tidak boleh berasal dari partai politik?

Hal ini diatur dalam UU Bank Indonesia untuk menjaga independensi bank sentral agar keputusan ekonomi yang diambil tidak dipengaruhi oleh kepentingan politik praktis.

3. Bagaimana mekanisme penentuan Deputi Gubernur BI di DPR?

Setelah uji kelayakan, anggota Komisi XI DPR akan melakukan rapat internal untuk memilih satu nama melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara (voting) sebelum disahkan dalam Rapat Paripurna.

4. Siapa sosok Soedradjad Djiwandono dalam sejarah ekonomi Indonesia?

Ia adalah ekonom senior yang menjabat Gubernur BI di masa kritis menjelang reformasi. Ia dikenal karena kebijakannya menghadapi krisis moneter 1997-1998 sebelum akhirnya diberhentikan oleh Presiden Soeharto.

5. Apa itu sekolah Johns Hopkins University yang menjadi almamater Thomas?

Universitas ini berlokasi di Amerika Serikat dan dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan terbaik di dunia untuk bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi melalui Paul H. Nitze School of Advanced International Studies (SAIS).

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags