Brilio.net - Momen berkumpul bersama keluarga di hari raya sering kali menjadi titik balik bagi banyak orang untuk merenungkan kembali arah karier. Setelah menikmati waktu jeda yang cukup panjang, kejernihan pikiran biasanya muncul, membawa kesadaran apakah pekerjaan saat ini masih sejalan dengan visi masa depan atau tidak. Tidak mengherankan jika fenomena pengunduran diri meningkat drastis tepat setelah masa libur Lebaran berakhir.
Keinginan untuk mencari suasana baru, mengejar tantangan yang lebih besar, atau sekadar ingin lebih dekat dengan domisili keluarga sering menjadi alasan utama. Namun, meskipun niat sudah bulat, proses keluar dari perusahaan harus dilakukan dengan cara yang elegan. Menjaga reputasi profesional tetap bersih adalah investasi jangka panjang yang tidak ternilai harganya.
BACA JUGA :
Sudah nyaman dengan gaji dan tunjangan, pria ini justru putuskan resign dari PNS, alasannya bikin haru
Etika Mengundurkan Diri yang Profesional
Sebelum melangkah pada pembuatan surat, pahami bahwa cara keluar mencerminkan kualitas diri. Pastikan keputusan ini diambil dengan kepala dingin, bukan karena emosi sesaat setelah liburan. Hubungan baik dengan atasan dan rekan kerja harus tetap dijaga agar jaringan profesional tetap terbuka luas di masa depan.
Persiapan Sebelum Menyerahkan Surat Resign
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah meninjau kembali kontrak kerja. Periksa apakah ada kewajiban notice period seperti one month notice atau aturan khusus mengenai pengembalian aset perusahaan. Hal ini penting agar proses transisi berjalan mulus tanpa kendala administratif yang memberatkan di kemudian hari.
Langkah kedua, pilih waktu yang tepat untuk berbicara dengan atasan. Jangan memberikan surat secara mendadak melalui pesan singkat. Pertemuan tatap muka atau panggilan video formal menunjukkan rasa hormat dan profesionalisme yang tinggi. Sampaikan alasan dengan jujur namun tetap diplomatis tanpa perlu menyudutkan pihak mana pun.
BACA JUGA :
Dulu kerja di bank, wanita ini pilih alih profesi jadi tukang sampah, ini alasannya
Langkah ketiga, siapkan dokumen serah terima pekerjaan (handover). Pastikan semua tugas yang sedang berjalan terdokumentasi dengan baik agar rekan kerja yang menggantikan tidak merasa kesulitan. Hal ini akan meninggalkan kesan bahwa kamu adalah pekerja yang bertanggung jawab hingga detik terakhir masa bakti.
Tips Menulis Alasan Resign yang Sopan
Menulis alasan tidak perlu terlalu detail jika memang ada masalah internal. Cukup gunakan kalimat yang berfokus pada pengembangan diri atau alasan personal yang mendesak. Fokuslah pada masa depan, bukan pada keluhan masa lalu di kantor lama.
Tentu, ini adalah detail lengkap untuk masing-masing contoh surat pengunduran diri tersebut. Kamu bisa menyesuaikan bagian di dalam kurung siku `[...]` dengan data aslimu.
Pastikan surat ini dicetak dengan rapi atau dikirim melalui email formal perusahaan.
1. Contoh Surat Resign karena Karier Baru (Profesional & Ambisius)
Tujuan Surat:
Yth. Bapak/Ibu [Nama Atasan]
[Jabatan Atasan]
[Nama Perusahaan]
Di tempat
Isi Surat:
Melalui surat ini, saya menginformasikan keputusan saya untuk mengundurkan diri dari posisi [Nama Jabatan] di [Nama Perusahaan]. Sesuai dengan ketentuan kontrak kerja mengenai masa pemberitahuan, hari terakhir saya bekerja adalah tanggal [Sebutkan Tanggal].
Keputusan ini saya ambil setelah mendapatkan tawaran yang memungkinkan saya untuk mengeksplorasi tantangan baru dan mengembangkan karier di bidang yang lebih spesifik. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kesempatan, bimbingan, dan kepercayaan yang Bapak/Ibu berikan selama [Jumlah Tahun/Bulan] saya bergabung di tim ini.
Penutup:
Saya mendoakan agar [Nama Perusahaan] terus tumbuh dan mencapai kesuksesan yang lebih besar. Mohon maaf atas segala kesalahan yang mungkin saya lakukan selama masa bakti saya.
Hormat saya,
(Tanda Tangan)
[Nama Lengkap Kamu]
2. Contoh Surat Resign karena Alasan Keluarga (Hangat & Humanis)
Tujuan Surat:
Kepada Yth.
Manager HRD [Nama Perusahaan]
[Alamat Perusahaan]
Isi Surat:
Saya menulis surat ini untuk menyampaikan pengunduran diri saya secara resmi sebagai [Nama Jabatan], terhitung sejak [Sebutkan Tanggal].
Momen libur Lebaran beberapa waktu lalu memberikan saya kesempatan untuk merenungkan prioritas hidup. Berdasarkan diskusi bersama keluarga, saya memutuskan untuk pindah domisili ke kota asal guna mendampingi orang tua serta fokus pada urusan rumah tangga. Ini bukan keputusan yang mudah karena saya sangat menikmati masa-masa bekerja di perusahaan ini.
Terima kasih telah memberikan lingkungan kerja yang sangat mendukung dan kekeluargaan yang erat selama ini.
Penutup:
Semoga hubungan silaturahmi kita tetap terjalin baik meskipun saya sudah tidak lagi berada di perusahaan ini. Terima kasih atas pengertiannya.
Hormat saya,
(Tanda Tangan)
[Nama Lengkap Kamu]
3. Contoh Surat Resign Format Singkat (Efisien & Lugas)
Tujuan Surat:
Kepada: [Nama Atasan/HRD]
Dari: [Nama Lengkap Kamu]
Hal: Pengunduran Diri
Isi Surat:
Bersama surat ini, saya [Nama Lengkap Kamu] menyatakan mengundurkan diri dari jabatan [Nama Jabatan] di [Nama Perusahaan]. Hari terakhir masa bakti saya adalah tanggal [Sebutkan Tanggal].
Saya sangat menghargai setiap peluang yang telah diberikan selama masa kerja saya. Terima kasih atas kerja sama tim yang luar biasa selama ini. Saya berkomitmen untuk menyelesaikan semua kewajiban administrasi dan tugas yang tersisa sebelum tanggal efektif pengunduran diri saya.
Penutup:
Demikian surat ini saya sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
(Tanda Tangan)
[Nama Lengkap Kamu]
4. Contoh Surat Resign dengan Penawaran Bantuan Transisi (Elegans)
Tujuan Surat:
Yth. [Nama Atasan]
[Nama Perusahaan]
Di tempat
Isi Surat:
Saya ingin menginformasikan bahwa saya akan mengundurkan diri dari posisi [Nama Jabatan], efektif pada [Sebutkan Tanggal]. Saya sangat bersyukur atas pengalaman dan ilmu yang saya serap selama bekerja di bawah kepemimpinan Bapak/Ibu.
Untuk memastikan transisi pekerjaan berjalan lancar pasca-Lebaran ini, saya bersedia membantu proses serah terima tanggung jawab kepada anggota tim lain atau membantu melatih pengganti posisi saya selama sisa waktu saya di sini. Saya telah menyiapkan dokumen handover agar semua proyek tetap berjalan sesuai jadwal.
Penutup:
Terima kasih atas segala dukungan yang diberikan. Saya berharap yang terbaik bagi masa depan Bapak/Ibu dan seluruh rekan di [Nama Perusahaan].
Hormat saya,
(Tanda Tangan)
[Nama Lengkap Kamu]
5. Contoh Surat Resign untuk Melanjutkan Pendidikan (Inspiratif)
Tujuan Surat:
Kepada Yth.
Pimpinan [Nama Perusahaan]
[Alamat Kantor]
Isi Surat:
Melalui pemberitahuan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya akan mengundurkan diri sebagai [Nama Jabatan] di [Nama Perusahaan], yang akan efektif mulai tanggal [Sebutkan Tanggal].
Keputusan ini saya ambil karena saya telah diterima untuk melanjutkan studi ke jenjang [Sebutkan Jenjang: S2/S3/Sertifikasi] di [Nama Institusi Pendidikan]. Saya yakin langkah ini sangat penting bagi pengembangan kompetensi saya di masa depan. Saya ingin berterima kasih kepada perusahaan karena telah menjadi tempat bagi saya tumbuh sebelum melanjutkan perjalanan akademik ini.
Penutup:
Saya memohon doa restu agar proses studi saya berjalan lancar. Semoga sukses selalu untuk [Nama Perusahaan].
Hormat saya,
(Tanda Tangan)
[Nama Lengkap Kamu]
FAQ: Pertanyaan Seputar Resign Habis Lebaran
1. Apakah boleh resign langsung setelah menerima THR?
Secara aturan hukum, THR adalah hak karyawan yang telah bekerja sesuai masa berlaku yang ditentukan. Tidak ada larangan legal untuk resign setelah menerimanya, selama tetap mengikuti aturan notice period yang ada di kontrak kerja agar tetap profesional.
2. Bagaimana jika atasan menolak surat pengunduran diri?
Resign adalah hak asasi setiap pekerja. Atasan mungkin mencoba bernegosiasi (seperti menawarkan kenaikan gaji), namun mereka tidak bisa memaksa seseorang untuk tetap bekerja. Tetaplah pada pendirianmu dengan cara yang sopan dan teguh.
3. Berapa lama idealnya waktu pemberitahuan pengunduran diri?
Standar umum yang berlaku adalah 30 hari (one month notice). Namun, pastikan kembali kontrak kerjamu, karena beberapa posisi manajerial terkadang membutuhkan waktu pemberitahuan hingga 60 atau 90 hari.
4. Apakah sisa cuti tahunan akan hangus jika resign?
Tergantung pada kebijakan perusahaan dan kontrak kerja. Ada perusahaan yang membolehkan cuti diuangkan (leave encashment), namun ada juga yang mewajibkan cuti tersebut diambil sebelum tanggal efektif berhenti.
5. Haruskah memberikan alasan jujur jika resign karena tidak suka dengan budaya kantor?
Sangat disarankan untuk tetap diplomatis. Mengungkapkan ketidaksukaan secara vulgar hanya akan membakar jembatan hubungan. Cukup sampaikan bahwa kamu mencari lingkungan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai pribadimu saat ini.