Prilly Latuconsina ngaku tak ingin ambil jatah job seeker usai dirujak tak peka fenomena dunia kerja
  1. Home
  2. »
  3. Selebritis
4 Februari 2026 17:20

Prilly Latuconsina ngaku tak ingin ambil jatah job seeker usai dirujak tak peka fenomena dunia kerja

Menanggapi kegaduhan tersebut, Prilly memberikan klarifikasi resmi mengenai motivasinya. Agustin Wahyuningsih
foto: Instagram/@prillylatuconsina96

Brilio.net - Aktris dan produser Prilly Latuconsina menjadi sorotan publik setelah mengaktifkan fitur Open to Work di platform profesional LinkedIn beberapa waktu lalu. Langkah ini memicu beragam reaksi netizen, mulai dari tuduhan “pick me”, "pencitraan”, hingga dianggap "merebut panggung" para pencari kerja yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan tetap—mengingat belakangan santer fenomena PHK di mana-mana. Menanggapi kegaduhan tersebut, Prilly memberikan klarifikasi resmi mengenai motivasinya.

Bukan Mencari Pekerjaan Tetap, Melainkan Kolaborasi

BACA JUGA :
Usai pamit dari Sinemaku, Prilly Latuconsina incar posisi sales di LinkedIn


Prilly Latuconsina klarifikasi
foto: Instagram/@prillylatuconsina96

Prilly menegaskan bahwa penggunaan fitur tersebut bukan berarti dirinya sedang menganggur. Sebaliknya, ia ingin membuka ruang bagi peluang kerja sama yang lebih luas.

"Terkait penggunaan fitur Open to Work, aku ingin menggunakannya sebagai cara untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional," ujar Prilly melalui unggahan di media sosialnya, Selasa (3/2/2026), dikutip brilio.net, Rabu (3/2/2026).

BACA JUGA :
9 Potret Prilly Latuconsina beri kejutan untuk fans yang menikah, hadir jadi bridesmaid

Ia merasa perlu mengeksplorasi potensi di luar industri hiburan dan kuliner yang selama ini membesarkan namanya. Prilly mengaku tertarik mempelajari bidang yang belum pernah ia coba sebelumnya, sebagai bagian dari upayanya sebagai pengusaha muda untuk terus bertumbuh.

Keinginan Mempelajari Keterampilan Sales Luring

Prilly Latuconsina klarifikasi
foto: Instagram/@prillylatuconsina96

Awal mula kegaduhan ini terjadi setelah Prilly menyatakan pamit dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang ia dirikan bersama Umay Shahab, pada Januari 2026. Prilly menjelaskan bahwa status Open to Work tersebut diaktifkan karena ia ingin menantang dirinya mempelajari keterampilan baru (new skill), secara spesifik dalam lingkup pengalaman penjualan luring (offline sales experience).

"Aku menyalakan badge OpenToWork bukan karena kekurangan aktivitas, tapi karena lagi ingin belajar hal baru," tegasnya pada Senin (26/1/2026).

Meski sudah memiliki rekam jejak sebagai Founder, Chief Marketing Officer, hingga dosen tetap di LSPR Institute, Prilly tidak ragu untuk mencoba peran dari level dasar.

Merespons Kritik dengan Itikad Baik

Status Open To Work Prilly ini ternyata menuai kontra dari banyak orang. Sehari setelah mengunggah pengumuman Open To Work di Instagram, ia mengunggah kegiatan di rumah seperti beres-beres rumah, membuat sarapan, baca buku, sampai pakai skincare dengan caption “Rutinitasku day one setelah open to work 😴”. Ternyata unggahan ini menuai banyak kritikan dari netizen. Ada yang menilai Prilly tidak peka terhadap fenomena kondisi lapangan pekerjaan di Indonesia, melakukan gimmick, bahkan sampai sinyalir hanya bagian dari iklan pasta gigi.

Prilly Latuconsina klarifikasi
foto: Instagram/@prillylatuconsina96

Selanjutnya, kritikan tak berhenti sampai di postingan itu. Kritikan mengalir di unggahan Prilly yang lain di media sosial. Sampai akhirnya ia membuat video klarifikasi.

Terkait kekhawatiran masyarakat bahwa dirinya akan mengambil jatah pekerjaan orang lain, Prilly membantah hal tersebut secara terbuka. Ia menyatakan bahwa niatnya adalah menciptakan hubungan yang saling menguntungkan (mutualisme).

"Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh," tutur Prilly.

Prilly juga menerima masukan bahwa penggunaan fitur tersebut mungkin dianggap kurang tepat bagi seseorang di level posisinya. Ia mengakui pentingnya sensitivitas di platform seperti LinkedIn, yang menjadi tumpuan bagi jutaan orang untuk mencari nafkah.

“Aku sadar posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang. Dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak. Terkait penggunaan fitur open to work, aku ingin menggunakannya sebagai cara untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional, terutama di bidang atau ruang yang sebelumnya belum pernah aku coba,” kata aktris film Budi Pekerti tersebut.

Selain itu, ia juga mengklarifikasi perihal akun LinkedIn-nya yang sempat hilang. Hal itu disebabkan oleh lonjakan aktivitas yang sangat tinggi (anomali) sehingga sistem melakukan pembatasan dan saat ini sedang dalam proses pemulihan.

“Soal akun LinkedIn yang sempat hilang, aku juga ingin menyampaikan dan menjelaskan secara terbuka bahwa hal tersebut di luar kendaliku. Karena saat itu akun LinkedIn-ku mengalami lonjakan aktivitas yang sangat tinggi dan akhirnya sampai saat ini belum bisa dibuka, dan sekarang dalam proses pemulihan,” jelasnya.

Prilly pun menutup video klarifikasinya perihal komitmen dalam rangka kerja sama.

“Ke depannya, aku tetap berkomitmen untuk menjalankan dan melanjutkan kerja sama serta kegiatan yang memberikan dampak positif bagi banyak orang. Dan komitmen ini akan terus menjadi prioritas utamaku. Sekali lagi, aku ingin minta maaf karena telah menimbulkan situasi yang tidak nyaman bagi teman-teman semua. Terima kasih untuk kalian semua atas masukan, perhatian, dan pengertiannya,” pungkasnya.

FAQ Fitur Open To Work Linkedin

1. Apakah fitur Open to Work hanya boleh digunakan oleh pengangguran?

Secara teknis, fitur ini tersedia untuk siapa saja di LinkedIn. Namun, secara norma komunitas, fitur ini identik dengan pencari kerja aktif. Pengguna di level eksekutif biasanya menggunakan fitur ini dengan pengaturan "Hanya Perekrut" (Recruiters Only) untuk menjaga privasi profesional.

2. Perusahaan mana saja yang sudah memberikan penawaran kepada Prilly?

Hingga akhir Januari 2026, beberapa perusahaan besar terpantau memberikan penawaran terbuka, di antaranya Accurate Indonesia untuk posisi B2B SaaS Sales, PT Farmasia Inovasi Megatrading untuk peran offline sales, serta Eiger yang menawarkan posisi manajerial ritel.

3. Apa dampak bagi profil profesional jika akun LinkedIn mengalami lonjakan aktivitas mendadak?

Lonjakan aktivitas yang tidak wajar (seperti ribuan komentar atau kunjungan profil dalam waktu singkat) dapat memicu sistem keamanan LinkedIn untuk membekukan akun sementara guna menghindari spam atau peretasan, sebagaimana yang terjadi pada akun Prilly.

4. Bagaimana cara beralih industri bagi profesional yang sudah mapan?

Langkah yang diambil Prilly menunjukkan bahwa memperluas jejaring dan menunjukkan kesediaan untuk belajar (upskilling) adalah kunci. Namun, bagi profesional mapan, disarankan untuk memperjelas tujuan di bagian "Headline" atau "About" agar tidak terjadi kesalahpahaman niat dengan pencari kerja level pemula.

5. Apa itu peran Offline Sales Experience yang diminati Prilly?

Peran ini berfokus pada strategi penjualan langsung di lapangan, interaksi tatap muka dengan pelanggan, dan manajemen distribusi fisik, yang berbeda dengan pemasaran digital atau manajemen tingkat tinggi yang selama ini dijalani Prilly di bisnisnya.

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags